Turut Meriahkan HUT Mura, Disbudpar Gelar Festival Seni Tradisional

Advetorial
Tampak salah satu peserta menampilkan kebolehannya pada festival Kesenian Tradisional (HS)
Tampak salah satu peserta menampilkan kebolehannya pada festival Kesenian Tradisional (HS)

MUSI RAWAS, Jurnalindependen – Untuk memeriahkan HUT Kabupaten Musi Rawas (Mura) ke-73, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mura menggelar festival kesenian tradisional, Jum’at (29/04/2016)

Kepala Disbudpar Mura, Jemain, melalui Kabid Kebudayaan, Hamam Santoso mengatakan bahwa dalam rangka menyemarakan HUT Mura pihaknya menggelar festival kesenian tradisional. Dalam kegiatan ini digelar empat lomba yakni Lagu Daerah, Tari Kreasi Tradisional, Lukis dan wewarnai mamamia.

“Pelaksanaan festival berlangsung dua hari (hari ini dan kemarin) dan diikuti semua perwakilan pelajar mulai dari TK hingga SMA dengan ratusan peserta.

Untuk lomba melukis di ikuti 27 pelajar tingkat SD, 20 tingkat SMP dan 20 tingkat SMA. Sedangkan lomba mewarnai mamamia di ikuti 350 peserta dari TK, lomba lagu pop 28 siswa tingkat SMP dan 28 SMA.

Kemudian, untuk lomba lagu daerah diikuti 28 peserta dan lomba tari kreasi tradisional diikuti 8 kelompok,” paparnya.

Dari empat lomba yang kita selenggarakan, lanjut Hamam total pesertanya ada 509 peserta dari berbagai sekolah yang ada di Mura. Kriteria penilaian lomba mewarnai terdiri dari harmoni warna, motorik atau kemampuan anak memberikan warna, keberhasilan gambar dan
ketepatan waktu dengan tema dunia impian air.

Kemudian, untuk kriteria lomba lukis berdasarkan kearifan lokal sesuai inovasi peserta dengan memberikan leluasa peserta melukis di alam terbuka sekitaran danau aur.

Sedangkan untuk lomba tari tradisi berdasarkan irama sesuai musik, perasaan dan gerakan serta
kriteria busana dan mack up.

Terakhir lagu pop daerah berdasarkan suara, ketetapan bernyanyi berdasarkan irama dan lain sebagainya.

“Hari ini lomba lagu pop daerah dan melukis sedangkan kemarin lomba mewarnai mamamia dan seni tari tradisional.

Dalam pelaksanaan festival ini kami juga melakukan pengamatan terutama dibidang seni tari agar selanjutnya diberikan pembinaan lanjut.

Tujuannya, ketika ada even dan acara ceremonial maka para penari tradisional ini dapat ditampilkan,” kata Hamam.

Masih dikatakan Hamam, pemenang lomba nantinya akan dibina agar selanjutnya dapat menjadi penari tradisional Mura yang tentunya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Mura
saja. Akan tetapi, dapat mempromosikan dan menampilkan diluar daerah.

“Harapan kita, dengan adanya penyelenggaraan festival kesenian tradisional ini maka dapat memberikan pembinaan kepada generasi pelajar sekaligus melestarikan seni budaya terutama seni musik, rupa, tari dan lagu daerah.

Sebab, kesenian lokal yang ada di Mura saat ini mulai terkikis karena dipengaruhi perkembangan zaman. Dengan penyelenggaraan festival ini maka kesenian yang ada dapat terus mengakar dan dapat dikembangkan sebagai destinasi kebudayaan asli daerah,”tutupnya. (Ade Irwansyah – Advetorial)MC Emil dari Disbudpar Mura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *