Setiap Hari, 50 Orang Mati Karena Narkoba

MLM Peristiwa

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com -Pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu agenda besar negara diantara pemberantasan korupsi dan terorisme. Bahkan akibat penyalahgunaan narkotika sudah sampai kepada tingkat yang sangat mengerikan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musirawas melalui Kasi Rehabilitasi, Elisyah Marsiah pada acara sosialisasi dampak bahaya narkoba di Desa Yudha Karya Bhakti Kecamatan Sukakarya, Kamis (15/12/2016) setidaknya dalam satu hari ada 50 orang mati di Indonesia karena penyalahgunaan narkoba.

“Situasi kita sudah darurat narkoba, dimana penyalahgunaan narkoba di tahun 2015 mencapat 5,1 juta orang dan 2016 sudah diatas 6 juta orang.

Para bandar dan pengedar narkoba bukan hanya mencari target bisnis tetapi sudah mengarah untuk merusak bangsa ini.

Berbagai upaya penyelundupan narkoba untuk masuk ke Indonesia, serta berbagai jenis narkoba diciptakan untuk mengelabui kita.

Baru-baru ini ditemukan 251 jenis narkoba baru, maka dari itu kita semua jangan lengah dan tumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menyelamatkan bangsa, masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika,” jelas Elisyah Marsiah.

Lebih lanjut ia memaparkan tentang keadaan generasi muda yang sudah jatuh kepada buaian narkoba. “Berdasarkan penelitian dan data yang kita miliki, 2,4% siswa SMP sudah terkena narkoba. Siswa SMA 2,7% dan Mahasiswa $%.

Kalau generasi muda kita sudah rusak, bagaimana nasib bangsa kedepan? Komitmen seluruh masyarakat sangat dibutuhkan dengan berani memberikan informasi tentang transaksi, indikasi penyalahgunaan narkoba kepada BNN atau aparat penegak hukum seperti Kepolisian,” paparnya.

Menurut Elisyah Marsiah, jumlah penduduk Indonesia yang besarĀ  merupakan potensi bisnis bagi para bandar dan pengedar narkoba untuk meraup keuntungan, dibalik itu ada upaya untuk merusak generasi bangsa ini agar semakin terpuruk.

“Beberapa kendala kita dalam menekan narkoba diantaranya luas wilayah Indonesia dengan sebaran pulau-pulau yang berjumlah ribuan, merupakan jalur-jalur strategis masuknya narkoba dari luar, belum lagi upaya dari dalam negeri sendiri yang melakukan penanaman ganja dan lainnya.

Narkoba juga menyasar semua umur, profesi, status dan lainnya, tentu dengan rehabilitasi yang minim dan terbatas akan kewalahan.

Kemudian sistim penegakan hukum diharapkan lebih tegas dan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku baik bandar, pengedar maupun pengguna,” harap Elisyah Marsiah.

Sementara, Kapolres Musirawas melalui Kapolpos Sukakarya, Brigpol Budiono meminta kepada masyarakat Desa Yudha Karya Bhakti agar memperhatikan dengan cermat bahaya narkoba. “Narkoba musuh bersama yang menggerogoti keselamatan anak bangsa.

Untuk itu dukungan masyarakat dengan melakukan pencegahan baik berupa nasehat maupun bentuk lainnya kepada keluarga, tetangga dan masyarakat sangat diharapkan.

Selain itu dapat memberikan informasi terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Orang yang sudah kecanduan narkoba akan terus mengkonsumsi kendati tidak memiliki uang untuk memberi, karena itu berbagai usaha untuk dapat uang dengan mudah termasuk melakukan tindak kriminal lain. Akibatnya tindak kriminal meningkat signifikan,” harapnya.

Acara sosialisasi dampak penyalahgunaan narkoba yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Yudha Karya Bhakti diikuti peserta dari perangkat desa, tokoh agama/masyarakat serta pemuda. Acara juga dihadiri Kepala BNN Kabupaten Musirawas, Camat Sukakkarya yang diwakili stafnya, Kapolpos Sukakarya beserta anggotanya, Kades Yudha Karya Bhakti, Babinsa dan lainnya. (fsl)

Berita Terkait :

Tunjukan Patriotisme Bangsa Dengan Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *